Muhammad Abdullah Azzam
22 November 2017•Update: 22 November 2017
Hacer Başer
GAZA
Euro-Mediterranean Human Rights Monitor menyampaikan kekhawatiran dalam pernyataan tertulisnya bahwa Israel telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dengan memberikan dua pilihan kepada para imigran asal Afrika yang mencari suaka di negaranya.
Israel mengharuskan para imigram untuk memilih antara meninggalkan Israel atau hukuman penjara.
Saat ini ada 40.000 imigran asal Afrika yang mencari suaka di Israel.
Dalam pernyataan kelompok HAM tersebut, Israel diminta untuk mengakhiri pelanggaran HAM yang dilakukannya kepada para imigran tersebut. Banyak imigran Afrika yang terpaksa lari dari negara mereka karena kezaliman yang terjadi di negaranya.
Sehari sebelum pertemuan mingguan pemerintah, Benjamin Netanyahu mengungkapkan bahwa solusi untuk menyelesaikan permasalahan imigran Afrika ini adalah dengan mendeportasi mereka dari Israel.
Media Israel mengabarkan bahwa menurut kesepakatan antara pemerintah Tel Aviv dan negara-negara Afrika, imigran asal Eritrea dan Sudan diberikan dua pilihan, antara masuk penjara atau dipindahkan ke Rwanda.