Rhany Chairunissa Rufinaldo
09 Mei 2019•Update: 09 Mei 2019
Dilara Hamit
ANKARA
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan eskalasi militer yang terjadi baru-baru ini di barat laut Suriah adalah pelanggaran hukum internasional yang tidak dapat diterima.
"Peningkatan militer baru-baru ini di Suriah Barat Laut, dengan serangan udara dan penembakan artileri yang menargetkan sekolah dan rumah sakit, termasuk penggunaan bom barel, merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional yang tidak dapat diterima," kata Mogherini dalam sebuah pernyataan, Rabu.
Mogherini mengatakan lebih dari 150.000 warga sipil telah kehilangan tempat tinggal mereka dan banyak warga lainnya meninggal dunia.
"Seperti biasa, perempuan dan anak-anak secara tidak proporsional dipengaruhi oleh eskalasi ini," ujar dia.
Mogherini juga menegaskan dukungan Uni Eropa untuk keadilan di Suriah.
"Kami tidak akan pernah berhenti menuntut pertanggungjawaban bagi para pelaku. Kami akan terus bekerja untuk membawa bantuan kepada orang-orang Suriah," tambah dia.
Setidaknya 108 warga sipil terbunuh di Idlib sejak 26 April, ketika rezim Suriah dan sekutu militernya meningkatkan serangan mereka, menurut Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR).
September lalu, Turki dan Rusia sepakat untuk menjadikan provinsi Idlib di utara Suriah menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi akan dilarang secara tegas.