Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Februari 2019•Update: 12 Februari 2019
Addis Getachew dan Seleshi Tessema
ADDIS ABABA, Ethiopia
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Minggu mengatakan Afrika memperoleh keuntungan dalam upaya perdamaian berkat kemitraan antara PBB dan Uni Afrika.
Dia membuat pernyataan dalam pidatonya pada pembukaan Majelis Kepala Negara dan Pemerintahan Uni Afrika ke-32 di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia.
"Upaya Uni Afrika untuk membungkam senjata pada 2020 berhasil. Gelombang diplomasi perdamaian PBB membuahkan hasil," ujar Guterres.
"Buah dari kemitraan strategis kami telah membuat perbedaan," tambahnya.
Dia mengutip perjanjian damai bersejarah yang ditandatangani oleh Ethiopia dan Eritrea dan memuji Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed atas upaya perdamaian yang dia sampaikan kepada rekannya dari Eritrea pada Mei lalu.
"Di Republik Afrika Tengah itu, penandatanganan perjanjian damai minggu ini - yang dipimpin oleh Uni Afrika dengan dukungan PBB - dapat dibuktikan sebagai langkah penting dalam perjalanan panjang untuk memudahkan pertumpahan darah," katanya.
Guterres mengatakan di Sudan Selatan, perjanjian yang difasilitasi oleh IGAD antara para pihak dalam konflik telah merevitalisasi peluang untuk perdamaian.
Dia menambahkan bahwa gencatan senjata yang diperantarai PBB di Tripoli dan sekitarnya sedang berlangsung.
Namun, dia juga memperingatkan bahwa perubahan iklim merupakan risiko besar bagi Afrika.