Ekip
18 Mei 2018•Update: 18 Mei 2018
WASHINGTON
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyuarakan ketidaksetujuannya atas "kehilangan nyawa tragis" di Jalur Gaza setelah Israel membunuhi sejumlah warga Palestina yang sedang berdemo di awal pekan ini.
"Kata-kata pertama saya adalah menyesalkan adanya kehilangan nyawa tragis dan penderitaan di Gaza dan menyampaikan kesedihan dan duka cita mendalam untuk masyarakat Palestina," kata Guterres dalam pernyataan yang dibacakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Louise Frechette di kantor BPP di New York.
"Pasukan Israel harus menahan diri untuk tak menggunakan kekerasan, utamanya dalam menggunakan senjata api. Hamas dan para pemimpin demonstrasi memiliki tanggung jawab untuk mencegah aksi kekerasan," kata Guterres.
"Sangat penting bagi semua pihak untuk menahan diri supaya tidak terjadi lagi korban tewas, termasuk seluruh masyarakat sipil dan terutama agar anak-anak tidak tersakiti. Lingkaran kekerasan di Gaza harus berakhir, karena tidak menguntungkan pihak manapun."
Senin, setidaknya 62 warga Palestina tewas dan ribuan lain luka-luka oleh tentara Israel di pagar perbatasan Gaza-Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza sejak Senin untuk berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa memperingati Nakba dan memprotes pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Sejak awal aksi demonstrasi pada 30 Maret, sudah lebih dari 100 demonstran Palestina tewas akibat tembakan tentara Israel, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina.
Pekan lalu, pemerintahan Israel mengatakan bahwa protes yang berlangsung merupakan "perang" sehingga hukum-hukum kemanusiaan internasional tak berlaku.