Beyza Binnur Dönmez
29 Mei 2026•Update: 29 Mei 2026
Sejumlah perusahaan Swiss dituduh oleh otoritas Amerika Serikat membantu mengelola bagian dari jaringan yang terlibat dalam pengangkutan minyak Iran dan transaksi yang diduga mendanai Garda Revolusi Iran (IRGC) serta Pasukan Quds. Tuduhan itu diungkap dalam laporan media penyiaran Swiss, RTS.
Laporan tersebut menyebut perusahaan Fractal Shipping SA mengambil alih pengelolaan armada sekitar 30 kapal tanker minyak bekas pada tahun 2022. Ketika negara-negara Barat memperketat sanksi terhadap Rusia, CEO Fractal, Mathieu Philippe, mendirikan anak perusahaan di Dubai.
Sejak Juli 2025, Philippe beserta perusahaan-perusahaannya di Dubai dan Jenewa telah masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat. Menurut Washington, perusahaan-perusahaan tersebut merupakan bagian dari jaringan transportasi minyak Iran.
Berdasarkan informasi pemerintah AS yang dikutip RTS, kepala jaringan itu adalah taipan minyak Iran Hossein Shamkhani, putra Ali Shamkhani, mantan penasihat pemimpin tertinggi Iran.
Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap jaringan perusahaan milik Shamkhani pada April lalu.
Laporan itu juga menyoroti Ocean Leonid Investments AG yang berbasis di Zug, perusahaan yang didirikan oleh mitra bisnis Hossein Shamkhani, Mahdiyar Zare Mojtahed. Hedge fund tersebut saat ini sedang dalam proses likuidasi.
RTS mengatakan otoritas AS menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan itu pada Juli karena diduga menginvestasikan dana yang berasal dari transaksi minyak Hossein Shamkhani.
Menurut dokumen pengadilan AS yang dikutip RTS, dana sebesar US$7,6 juta mengalir dari rekening Swiss milik Wellbred Group yang berbasis di Singapura melalui Amerika Serikat menuju Singapura pada Januari lalu, yang diduga melanggar sanksi AS terhadap Iran.
Kelompok tersebut memiliki anak perusahaan di Jenewa bernama Wellbred Trading SA.
Jalur penyelidikan lain yang disebut dalam laporan itu menyangkut bank investasi MBaer yang berbasis di Zurich dan telah resmi ditutup sejak Februari.
Menurut Otoritas Pengawas Pasar Keuangan Swiss (FINMA), bank tersebut melakukan “pelanggaran sistematis serius” terhadap kewajiban anti pencucian uang, dan penyelidikan masih berlangsung di bawah Kantor Kejaksaan Umum Swiss.
Laporan itu menyebut Departemen Keuangan AS menuduh MBaer mencuci uang atas nama Garda Revolusi Iran dan Pasukan Quds sehingga “membiayai terorisme.”
FinCEN, unit intelijen keuangan Departemen Keuangan AS, menuduh bank itu mentransfer lebih dari US$60 juta dalam konteks tersebut.
Pendiri MBaer, Mike Baer, membantah tuduhan itu. Menurut laporan tersebut, ia mengatakan saat transaksi berlangsung tidak ada indikasi hubungan dengan Iran, organisasi yang dikenai sanksi, ataupun aktivitas terorisme. Ia juga menyebut klaim FinCEN tidak berdasar.