29 Juli 2026•Update: 29 Juli 2026
Pemukim Israel membakar rumah sebuah keluarga Palestina di dekat Bethlehem serta menculik dua warga Palestina dalam serangkaian serangan di Tepi Barat yang diduduki pada Selasa, di tengah meningkatnya aksi kekerasan terhadap warga dan properti milik Palestina dalam beberapa pekan terakhir.
Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengatakan timnya mengevakuasi delapan anggota sebuah keluarga setelah pemukim Israel membakar rumah mereka di kawasan Abu Njeim, sebelah timur Bethlehem. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Kantor berita resmi Palestina, Wafa, melaporkan para pemukim juga membakar sebuah kendaraan milik warga Palestina dalam serangan itu.
Dalam insiden terpisah di sebelah barat Hebron, Wafa melaporkan pemukim Israel menculik dua pria Palestina setelah merusak kendaraan mereka di dekat Kota Beit Ula. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai nasib kedua korban.
Tepi Barat yang diduduki dalam beberapa pekan terakhir mengalami peningkatan tajam serangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina dan harta benda mereka. Warga Palestina, serta organisasi hak asasi manusia Israel dan internasional, menuduh militer Israel melindungi para pemukim dan, dalam beberapa kasus, turut terlibat dalam serangan tersebut.
Menurut Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina, para pemukim melakukan 3.488 serangan terhadap warga Palestina dan harta benda mereka selama paruh pertama 2026. Insiden tersebut mencakup penyerangan terhadap warga, perampasan lahan, perusakan properti, pendirian pos-pos permukiman ilegal baru, serta pencegahan petani Palestina mengakses lahan mereka.
Sekitar 750.000 pemukim Israel tinggal di 156 permukiman ilegal dan 360 pos permukiman ilegal di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur. Berdasarkan data Palestina, para pemukim berulang kali melakukan serangan yang bertujuan memaksa warga Palestina meninggalkan wilayah mereka.