Astudestra Ajengrastrı
18 Mei 2018•Update: 19 Mei 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Nominasi pilihan Presiden Donald Trump untuk pimpinan CIA dipastikan akan diangkat pada Kamis, meski masih ada kekhawatiran tentang sejarahnya dengan program interogasi tingkat tinggi, yang telah dikritik secara besar-besaran sebagai penyiksaan.
Hasil voting sebanyak 54-45 meloloskan Gina Haspel menjadi direktur perempuan pertama agensi tersebut, sebuah pencapaian bagi wanita tersebut setelah komite senat merekomendasikan dia menjabat pada Rabu.
Konfirmasi terhadap Haspel ini telah memicu berbagai perdebatan, mengingat perannya dalam mengawasi situs hitam CIA di Thailand, di mana para tahanan disiksa dengan kejam. Haspel diduga berperan menghancurkan rekaman video dari interogasi CIA yang brutal itu.
Selama pemeriksaan konfirmasi di hadapan komite intelijen Senat pekan lalu, Haspel dicecar pertanyaan oleh Partai Demokrat dengan pertanyaan apakah dia berpikir penyiksaan itu tidak bermoral. Haspel tidak menyatakan penyiksaan itu tak bermoral.
Senator John McCain, anggota partai Republik yang menjadi korban penyiksaan selama Perang Vietnam, mendesak rekan-rekannya untuk menolak pencalonan Haspel segera setelah sidang ditutup, menyebut bahwa penolakan Hespel menyebut penyiksaan sebagai tindakan amoral telah "mendiskualifikasinya".
McCain tidak ambil bagian dalam pemungutan suara pada Kamis karena dia berada di rumahnya, di negara bagian Arizona karena tengah berjuang melawan kanker otak. Di Washington, Senat menyetujui pencalonan Haspel dengan kehadiran setengah anggota Demokrat dan seluruh anggota Republik.
CIA, di mana Haspel menjabat sebagai Plt. Ketua setelah mantan direktur CIA, Mike Pompeo pindah ke Departemen Luar Negeri, telah meluncurkan kampanye yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memastikan Haspel menerima konfirmasi. Banyak kritikus menuduh bahwa informasi yang dikeluarkan oleh agen mata-mata tersebut telah disaring sehingga menggambarkan Haspel layak menjadi pimpinan.
"Masyarakat Amerika diberitahu bahwa Gina Haspel menyukai Johnny Cash dan berbicara dengan Bunda Teresa. Tapi, Haspel telah menggunakan kekuatan yang belum pernah ada sebelumnya untuk secara pribadi menyensor fakta-fakta yang mungkin menghalangi konfirmasinya," kata Senator Demokrat Ron Wyden di forum Senat sesaat sebelum pemungutan suara.
"Ada banyak lagi yang harus diketahui Senat dan publik, dan saya yakin bahwa jika mereka melakukannya, pencalonan Haspel akan ditolak. Sayangnya, Haspel dan CIA telah melakukan pencitraan yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dan Senat AS telah menjadi mitra dalam hal ini," tambahnya.
Di sisi lain, Pemimpin Senat Mayoritas Mitch McConnell justri memuji karir mantan mata-mata ini, menyebutkan bahwa "bakat dan keahlian Haspel membuatnya memiliki kualifikasi yang unik untuk menghadapi tantangan keamanan nasional terbesar Amerika".