21 Agustus 2017•Update: 21 Agustus 2017
Diyar Guldogan
ANKARA
Amerika Serikat akan menangguhkan seluruh layanan pemberian visa non-imigran di Rusia mulai Rabu, kata kedutaan besar AS di Moskow, Senin.
Keputusan ini diambil setelah Rusia meminta Washington untuk mengurangi staf diplomatnya di Rusia hingga 755 staf. Hal itu dilakukan untuk membalas pemberlakuan sanksi yang disetujui oleh Kongres AS.
Kedubes AS mengatakan, layanan pemberian visa non-imigran akan kembali beroperasi di kantor Moskow pada 1 September, namun tetap ditangguhkan di konsulatnya di Yekaterinburg dan Vladisvostok tanpa batas waktu.
Visa non-imigran AS mencakup beberapa kategori perjalanan, termasuk pebisnis, pelajar, pasien, dan jurnalis.
“Keputusan Rusia untuk mengurangi staf diplomat AS justru mempertanyakan niat Rusia untuk membina hubungan yang lebih baik. Kami akan tetap mempertahankan beberapa staf untuk melaksanakan tugas-tugas penting negara,” jelas kedubes.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov berkata, Moskow akan menilik pernyataan kedubes lebih lanjut.
“Kami perlu mempelajari secara rinci keputusan yang diumumkan oleh Amerika Serikat pada hari ini,” kata Lavrov dalam konferensi pers bersama dengan Menlu Mesir Sameh Shoukry, di Moskow, Senin.
Lavrov menambahkan, Moskow tidak akan “mengganggu” warga AS.