Astudestra Ajengrastrı
18 Mei 2018•Update: 19 Mei 2018
Emre Gurkan Abay
MOSKOW
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan pemimpin rezim Suriah Bashar al-Assad di Sochi, Rusia, pada Kamis. Pertemuan ini menggarisbawahi pentingnya memfasilitasi "dimulainya kembali proses politik yang lengkap", menurut Kremlin.
Kantor berita Rusia TASS mengutip juru bicara Kremlin Dmitry Paskov yang menyatakan bahwa perbincangan antara Putin dan Assad berfokus kepada "langkah gabungan yang lebih jauh".
"Kedua presiden menekankan pentingnya menciptakan kondisi yang bisa memfasilitasi dimulainya proses politik yang lengkap dan mereka juga mencatat keberhasilan proses Astana, serta Kongres Masyarakat Suriah, yang dilakukan di Sochi," ujar Peskov.
Putin dilaporkan berkata, "banyak yang sudah dilakukan di bawah kerangka perjanjian Astana."
"Banyak juga yang sudah dilakukan di bawah kerangka Kongres Dialog Nasional Suriah yang diadakan di Sochi. Kini, kami bisa melakukan langkah-langkah selanjutnya bersama Anda [Assad]," imbuh dia.
Putin berkata tugas selanjutnya adalah "memperbaiki ekonomi dan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang sedang berada dalam kesulitan".
"Stabilitas menguat, dan semua ini membuka pintu untuk proses politik yang kami mulai beberapa saat lalu," kata dia.
"Tentu saja, setelah proses militer berhasil, kondisi-kondisi lain sudah dilakukan untuk memulai kembali pemulihan proses politik," ujar dia.
"Saya selalu mengatakan, dan saya ingin mengulangi kembali, kami selalu mendukung penuh proses politik yang seharusnya berjalan bersamaan dengan perang melawan terorisme," balas Assad.
Suriah berada dalam keadaan perang saudara sejak 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menyerang para demonstran pro-demokrasi dengan kekerasan.
Sejak itu, menurut PBB, ratusan ribu orang tewas dalam konflik.
Turki, Rusia dan Iran mencapai persetujuan dalam KTT tentang Suriah di Sochi, Rusia, pada Juli 2018.
Dialog perdamaian Astana diluncurkan pada 23-24 Januari 2017 dengan tujuan mengakhiri kekerasan dan memperbaiki situasi kemanusiaan di Suriah yang luluh lantak karena perang.