James Tasamba
29 Mei 2026•Update: 29 Mei 2026
UNICEF mulai mengirimkan bantuan kemanusiaan mendesak dan penyelamat jiwa ke Republik Demokratik Kongo sebagai bagian dari respons darurat terhadap wabah Ebola yang terus meningkat, menurut pernyataan yang dirilis Kamis malam.
Lebih dari 100 ton bantuan yang mencakup alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan garis depan, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, dan peralatan medis telah dikirim dengan dukungan Uni Eropa.
“Kami sedang berpacu dengan waktu untuk mengendalikan wabah ini. Situasinya sangat mengkhawatirkan dan dinamis. Bantuan darurat ini sangat penting untuk membantu melindungi tenaga kesehatan dan mendukung masyarakat yang terdampak, termasuk anak-anak,” kata perwakilan UNICEF di Kongo, John Agbor.
Bantuan tersebut diperkirakan akan mendukung hampir 100.000 orang, termasuk anak-anak dan keluarga yang tinggal di wilayah dengan kondisi kemanusiaan rapuh akibat pengungsian dampak konflik dan terbatasnya akses terhadap layanan sosial dasar.
Barang-barang bantuan diterbangkan dari pusat logistik dan pasokan global UNICEF di Kopenhagen melalui layanan penerbangan kemanusiaan khusus yang didukung oleh Operasi Perlindungan Sipil dan Bantuan Kemanusiaan Komisi Eropa, guna membantu menekan penyebaran virus di wilayah terdampak.
Laporan situasi yang dirilis Kementerian Kesehatan Kongo pada Rabu menunjukkan jumlah kasus dugaan Ebola di negara tersebut telah melampaui 1.000 kasus di tengah lonjakan penyebaran di provinsi-provinsi bagian timur.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Ghebreyesus tiba di Kongo pada Kamis dalam kunjungan yang bertujuan memperkuat upaya penanganan wabah Ebola di negara itu.
Tedros menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam langkah-langkah pencegahan. Ia mengatakan wabah saat ini menjadi sangat kompleks akibat pengungsian penduduk dan situasi keamanan yang tidak stabil di wilayah terdampak, sehingga menyulitkan upaya pengendalian wabah.