Ruslan Rehimov
09 Januari 2025•Update: 09 Januari 2025
ISTANBUL
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menyerukan gencatan senjata segera di Gaza, menekankan urgensi penyelesaian konflik yang sedang berlangsung demi kepentingan semua orang.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi lokal pada hari Selasa, dia mengatakan: “Semakin cepat konflik ini berakhir, semakin cepat gencatan senjata diumumkan di Gaza, semakin baik bagi semua orang.”
Aliyev menggarisbawahi dukungan jangka panjang Azerbaijan terhadap negara Palestina, dan mencatat bahwa negara tersebut telah memberikan bantuan politik, moral, dan material selama bertahun-tahun.
"Kami mendukung solusi dua negara. Pembentukan negara Palestina yang merdeka akan mengakhiri konflik ini. Semua orang harus memahami ini," katanya, seraya menyoroti operasi Kedutaan Besar Palestina yang berkelanjutan di Baku sebagai simbol komitmen Azerbaijan terhadap perjuangan tersebut.
Upaya Turkiye untuk stabilkan Suriah
Terkait isu dinamika regional, Aliyev memuji upaya Turkiye untuk menstabilkan Suriah dan memerangi terorisme.
Mengekspresikan solidaritas Azerbaijan dengan Turkiye, dia menyatakan: “Apa yang menjadi kepentingan Turkiye juga menjadi kepentingan kami.”
Aliyev mencatat respons cepat Azerbaijan dalam mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Suriah setelah runtuhnya rezim Bashar al-Assad dan menekankan pentingnya memberantas terorisme di sepanjang perbatasan Turkiye.
“Sebagai sekutu Turkiye, kami selalu berada di pihak mereka. Turkiye mengetahui hal ini,” imbuhnya.
Aliyev menegaskan bahwa tatanan global pasca-Perang Dunia II kehilangan efektivitasnya, menekankan perlunya pemain baru yang berpengaruh dan mengidentifikasi Organisasi Negara-negara Turki dan D-8 sebagai pusat kekuatan global yang potensial.
“Sistem yang terbentuk pasca Perang Dunia II telah kehilangan potensinya. Krisis politik dan moral di negara-negara Barat terlihat jelas. Sangat penting bagi aktor-aktor baru yang serius dengan agenda yang serius untuk terlibat dalam peristiwa-peristiwa tersebut,” katanya.
Pemimpin Azerbaijan menyatakan optimisme tentang perubahan dinamika di Suriah, khususnya membaiknya hubungan antara Turkiye dan pemerintah baru Suriah.