20 Juli 2026•Update: 20 Juli 2026
enyerang Prancis Kylian Mbappe mencatatkan sejarah baru di Piala Dunia FIFA 2026 dengan menjadi pemain pertama yang meraih penghargaan Sepatu Emas dalam dua edisi berturut-turut.
Sementara itu, juara dunia Spanyol mendominasi penghargaan individu setelah Rodri, Unai Simon, dan Pau Cubarsi membawa pulang penghargaan utama turnamen.
Mbappe menutup Piala Dunia 2026 sebagai pencetak gol terbanyak dengan koleksi 10 gol dari delapan pertandingan, unggul atas kapten Argentina Lionel Messi yang mencetak delapan gol.
Setelah meraih Sepatu Emas dengan delapan gol pada Piala Dunia Qatar 2022, pemain berusia 27 tahun itu menjadi pesepak bola pertama yang berhasil mempertahankan penghargaan tersebut.
Catatan 10 gol itu juga menjadikan Mbappe sebagai pemain pertama sejak Gerd Muller dari Jerman Barat pada Piala Dunia 1970 yang mampu mencetak 10 gol dalam satu edisi turnamen.
Sepanjang sejarah, hanya Just Fontaine dari Prancis yang mencetak 13 gol pada 1958 dan Sandor Kocsis dari Hungaria dengan 11 gol pada 1954 yang memiliki torehan lebih banyak dalam satu edisi Piala Dunia.
Mbappe juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia kategori putra setelah mencetak dua gol saat Prancis kalah 4-6 dari Inggris pada perebutan tempat ketiga, Sabtu. Torehan tersebut membuat total golnya di Piala Dunia mencapai 22 gol, unggul satu gol atas Messi.
Gelandang Inggris Jude Bellingham dan penyerang Norwegia Erling Haaland menempati posisi ketiga daftar pencetak gol terbanyak dengan masing-masing tujuh gol. Sementara itu, penyerang Prancis Ousmane Dembele dan kapten Inggris Harry Kane mengakhiri turnamen dengan enam gol.
Kapten Spanyol Rodri dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen setelah memimpin negaranya meraih gelar Piala Dunia kedua. Messi menerima penghargaan Bola Perak, sedangkan Mbappe memperoleh Bola Perunggu.
Penjaga gawang Spanyol Unai Simon meraih penghargaan Sarung Tangan Emas setelah hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan dan mencatatkan tujuh clean sheet.
Bek Spanyol berusia 19 tahun, Pau Cubarsi, dinobatkan sebagai pemain muda terbaik turnamen setelah tampil penuh dalam setiap menit perjalanan Spanyol menuju gelar juara.