Maria Elisa Hospita
10 Juli 2020•Update: 10 Juli 2020
Mohammed Amin
KHARTOUM, SUDAN
Perdana Menteri Sudan akan melakukan perombakan kabinet beranggotakan 18 menteri di tengah gelombang demonstrasi di negara itu.
"Berdasarkan komitmen yang dibuatnya dalam pidato negara pada 29 Juni, PM Abdallah Hamdok akan melakukan perombakan tingkat menteri," kata Dewan Menteri Sudan dalam sebuah pernyataan.
Keputusan itu diambil setelah meluasnya gelombang demonstrasi yang menyerukan reformasi ekonomi dan politik seperti yang dijanjikan dalam perjanjian pembagian kekuasaan September 2019.
Hamdok memerintah negara itu bersama dengan militer yang membantu menyingkirkan mantan presiden Omar al-Bashir pada April 2019, setelah protes massal terhadap kepemimpinannya yang telah berlangsung selama 30 tahun.
Koalisi oposisi sepakat untuk membentuk pemerintahan transisi dengan periode jabatan tiga tahun menuju pemilihan yang bebas dan adil, meskipun bagian-bagian penting dari kesepakatan seperti penunjukkan gubernur negara bagian dan pembentukan parlemen.
Ibu kota Sudan, Khartoum, akhirnya dibuka setelah tiga bulan dikarantina karena wabah virus korona.