Mohammed Amin
06 Januari 2018•Update: 07 Januari 2018
Mohammed Amin
KHARTOUM
Ribuan orang berdemonstrasi di Sudan terkait kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok menyusul adanya penarikan subsidi yang dilakukan pemerintah setempat. Sebagian besar pengunjuk rasa turun ke jalan di Kota Wad Medani, Ibukota Provinsi Al-Gazeera.
“Setelah shalat Jumat, lebih dari 2 ribu orang menggelar aksi protes di jalan terkait kondisi sulit di Sudan,” ujar saksi mata Mohamed Bilal melalui sambungan telepon.
“Masyarakat dari sejumlah daerah turun ke jalan meneriakkan slogan anti pemerintah dan membakar ban serta menutup sejumlah akses jalan di kota,” kata saksi mata lain Adel Ahmed.
Polisi melepaskan water canon dan namun tidak menimbulkan korban luka.
Beberapa hari yang lalu, pemerintah membantah adanya rencana penarikan subsidi sejumlah komoditas di tengah protes yang dilakukan oposisi terkait harga yang meningkat tinggi di pasaran.
Baru-baru ini Pemerintah Sudan mencabut subsidi sejumlah bahan pokok di antaranya gandum, bahan bakar dan listrik. Dampaknya, barang pokok lainnya ikut melonjak naik, di antaranya roti.
Pemerintah Sudan telah berulangkali mencabut subsidi untuk mempertahankan kestablian perekonomian. Menteri Keuangan Mohamed Osman Al-Rikab mengatakan pada awal pekan ini negaranya masih tidak bisa mengakses sistem keuangan global.