Muhammad Abdullah Azzam
22 Agustus 2020•Update: 24 Agustus 2020
Elena Teslova
MOSKOW
Gangguan metabolisme membuat pemimpin oposisi Rusia Alexey Navalny mengalami koma, kata dokter kepala rumah sakit di Siberia tempat dia dirawat.
Tokoh oposisi berusia 44 tahun yang mengeritik Presiden Rusia Vladimir Putin, jatuh sakit dalam penerbangan dari Tomsk ke Moskow pada Kamis.
Pesawatnya melakukan pendaratan darurat di Omsk, dan dia dilarikan ke rumah sakit, di mana dia sekarang menggunakan ventilator dalam perawatan intensif.
"Ketidakseimbangan karbohidrat, yaitu gangguan metabolisme, yang tampaknya disebabkan oleh penurunan tajam gula darah, menyebabkan hilangnya kesadaran," kata kepala rumah sakit Alexander Murakhovsky pada Jumat.
Sebelumnya pada hari itu, dia menyarankan agar Navalny tidak dipindahkan ke klinik medis Jerman karena kondisinya yang tidak stabil.
"Dokter telah melakukan segalanya untuk membawa Alexey Navalny keluar dari koma," kata Murakhovsky sambil menambahkan bahwa dokter terkenal dari Moskow telah tiba untuk menyelamatkan nyawa Navalny.
Dalam pernyataan terpisah, wakil kepala petugas medis Anatoly Kalinichenko mengatakan tidak ada racun atau jejak racun yang ditemukan selama tes.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pihaknya menyerahkan keputusan kepada para dokter untuk memutuskan apakah Navalny boleh bepergian ke luar negeri.
Spesialis Jerman, tambah dia, melakukan komunikasi dengan kolega Rusia mereka, dan diundang untuk mengambil bagian dalam perawatan.
The Cinema for Peace Foundation Jerman telah mengirim pesawat ambulans untuk menjemput Navalny, dan membawanya ke Berlin, di mana Rumah Sakit Charite siap merawatnya.
Peskov pada Kamis mengatakan penyelidikan akan diluncurkan jika ternyata Navalny benar-benar diracuni.
-EU menawarkan bantuan untuk Navalny
Eropa menduga Navalny mengalami keracunan.
"Kami khawatir mendengar tentang dugaan keracunan Alexei Navalny," cuit Perwakilan Tinggi dan Wakil Presiden Uni Eropa Josep Borrell.
"Jika itu dikonfirmasi, mereka yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban. Semoga dia cepat sembuh dan sembuh total."
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab juga menyatakan pihaknya "sangat prihatin". "Pikiran saya bersama dia dan keluarganya," cuit dia.
Para pemimpin Prancis dan Jerman juga menyatakan kekhawatiran, dan menawarkan bantuan mereka.
Kerabat Navalny mencurigai ada sesuatu yang tercampur dalam teh yang diminumnya pada Kamis pagi, menurut juru bicaranya Kira Yarmysh.
Tahun lalu, dia juga jatuh sakit saat ditahan di pusat penahanan Moskow. Timnya menduga dia diracuni tetapi dokter mengatakan itu adalah reaksi alergi yang parah.
Navalny tidak menerima temuan tersebut, dan telah mengajukan pengaduan hukum atas dugaan keracunan.