Pemerintah Suriah ambil alih penjara SDF, kasus tahanan akan ditelaah ulang
Pemerintah Suriah menyatakan akan meninjau seluruh kasus tahanan setelah mengambil alih penjara-penjara di wilayah timur laut negara itu
ISTANBUL
Otoritas Suriah akan meninjau seluruh kasus para tahanan yang berada di penjara-penjara di wilayah timur laut negara itu setelah fasilitas tersebut diambil alih dari kelompok Pasukan Demokratik Suriah (SDF), seiring upaya Damaskus memulihkan otoritas negara di kawasan tersebut.
Wakil Menteri Dalam Negeri Suriah urusan keamanan, Mayjen Abdel-Qader Tahhan, Senin (20/1), mengatakan pasukan keamanan pemerintah telah dikerahkan di wilayah utara Provinsi Raqqa dan timur Provinsi Deir ez-Zor guna menjaga ketertiban umum serta mencegah terjadinya pelarian tahanan.
“Peran kami sebagai Kementerian Dalam Negeri adalah menstabilkan wilayah-wilayah ini dan menjamin keselamatan warga sipil,” kata Tahhan kepada wartawan di Raqqa.
Ia menjelaskan bahwa aparat keamanan telah menempatkan satuan pengamanan dan pos-pos pemeriksaan untuk melindungi aset publik dan pribadi, serta memastikan situasi keamanan tetap terkendali setelah penyerahan wilayah dari SDF kepada pemerintah.
Tahhan menyebut pemerintah mulai mengambil alih fasilitas penahanan yang sebelumnya dikelola SDF, seraya menegaskan bahwa keberadaan tahanan ISIS di penjara-penjara tersebut menjadi perhatian serius dari sisi keamanan.
“Penjara-penjara ini menahan anggota ISIS serta tahanan lainnya. Prioritas utama kami adalah mengamankan fasilitas tersebut dan mencegah setiap upaya pelarian,” ujarnya.
Ia mengakui masih terdapat unsur-unsur SDF di sejumlah lokasi terpencil, namun menegaskan pasukan pemerintah telah menguasai situasi melalui operasi pengamanan dan pemantauan berkelanjutan.
Setelah proses pengalihan penjara selesai, pemerintah Suriah akan melakukan peninjauan menyeluruh terhadap seluruh berkas tahanan tanpa pengecualian, bekerja sama dengan Kementerian Kehakiman dan Kementerian Dalam Negeri di Damaskus.
Tahhan mengatakan tidak semua tahanan memiliki keterkaitan dengan ISIS. Sebagian di antaranya diduga terlibat dalam tindak pidana umum dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Seluruh tahanan akan diperlakukan berdasarkan prosedur hukum yang sama seperti di wilayah lain di Suriah,” katanya, seraya menambahkan bahwa proses peninjauan tersebut membutuhkan waktu.
Ia juga mengimbau warga di Raqqa dan wilayah timur laut Hasakah untuk menjauhi fasilitas penahanan, mengingat tingginya tingkat kewaspadaan keamanan serta potensi upaya pelarian oleh anggota ISIS.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pengumuman Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mengenai gencatan senjata nasional dan kesepakatan integrasi penuh dengan SDF, yang mencakup penyerahan lembaga sipil dan fasilitas penahanan kepada pemerintah pusat.
Dalam kesepakatan itu, anggota SDF akan diintegrasikan secara individual ke dalam Kementerian Pertahanan Suriah, sementara pos perbatasan serta infrastruktur strategis, termasuk ladang minyak dan gas, dikembalikan ke bawah otoritas Damaskus.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
