Dunia

Tentara Suriah mulai kerahkan pasukan ke wilayah kesepakatan gencatan senjata

Tentara Suriah mulai mengerahkan pasukan ke wilayah Jazira di timur laut Suriah untuk mengamankan kawasan sesuai kesepakatan gencatan senjata

Lina Altawell, Muhammad Abdullah Azzam  | 19.01.2026 - Update : 19.01.2026
Tentara Suriah mulai kerahkan pasukan ke wilayah kesepakatan gencatan senjata

ISTANBUL

Tentara Suriah pada Senin mulai mengerahkan pasukan ke wilayah Jazira di timur laut Suriah untuk mengamankan kawasan tersebut sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata dan integrasi penuh antara pemerintah Suriah dan kelompok SDF.

Saluran televisi Alikhbariya, mengutip Komando Operasi Tentara Suriah, melaporkan bahwa unit-unit militer telah memulai pengerahan pasukan di berbagai wilayah Jazira sejalan dengan ketentuan perjanjian.

Menurut laporan tersebut, pasukan Suriah sejauh ini telah mengamankan Bendungan Tishreen di selatan Manbij, wilayah pedesaan Raqqa bagian utara, serta wilayah pedesaan Hasakah bagian barat.

Kementerian Dalam Negeri Suriah juga menyatakan bahwa pasukannya mulai memasuki wilayah pedesaan Deir ez-Zor bagian timur di sepanjang Sungai Eufrat, Suriah timur.

“Pasukan kami telah mulai memasuki wilayah tersebut sebagai bagian dari rencana pengerahan secara tertib di seluruh kota dan desa,” demikian pernyataan kementerian yang dikutip Kantor Berita Arab Suriah (SANA).

Wilayah Jazira di timur laut Suriah mencakup daerah-daerah di sebelah timur dan utara Sungai Eufrat. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu wilayah terkaya sumber daya di Suriah karena menyimpan sebagian besar cadangan minyak dan gas negara tersebut, serta sumber daya bawah tanah lainnya.

Pada Minggu malam, Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mengumumkan gencatan senjata serta kesepakatan integrasi penuh kelompok SDF ke dalam institusi negara.

Dalam kesepakatan itu, SDFF akan menarik formasi militernya dari wilayah timur Sungai Eufrat dan menyerahkan kendali administratif serta keamanan Provinsi Raqqa dan Deir ez-Zor kepada pemerintah Suriah.

Perjanjian tersebut juga mencakup integrasi personel militer dan keamanan SDF ke dalam Kementerian Pertahanan dan Kementerian Dalam Negeri Suriah setelah melalui pemeriksaan keamanan individual, serta penyerahan pos perbatasan, ladang minyak dan gas, serta lembaga sipil kepada negara.

Kesepakatan ini diumumkan setelah operasi militer Tentara Suriah berhasil merebut kembali wilayah luas di Suriah timur dan timur laut, menyusul pelanggaran berulang oleh SDF terhadap perjanjian sebelumnya yang ditandatangani dengan Damaskus hampir setahun lalu.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.