Muhammad Abdullah Azzam
20 Desember 2019•Update: 23 Desember 2019
Betül Yürük
NEW YORK
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa situasi di Idlib, Suriah "mengkhawatirkan" setelah rezim Assad dan para pendukungnya tak henti melancarkan serangan ke wilayah itu.
Asisten Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Kemanusiaan Ursula Mueller memberitahukan kondisi Suriah kepada Dewan Keamanan.
Mueller mencatat bahwa situasi kemanusiaan di banyak daerah di sana saat ini jauh lebih buruk daripada awal tahun 2019.
Mueller mengungkapkan rezim Assad dan para pendukungnya masih melanjutkan serangan udara mereka ke Idlib di barat laut Suriah.
Sementara kelompok-kelompok bersenjata oposisi meningkatkan serangan mereka ke Aleppo.
60 ribu orang mengungsi dari Idlib
Mueller mengatakan bahwa hampir 60.000 orang dari Idlib mengungsi karena konflik yang memanas dan ancaman serangan.
Dia mengatakan serangan skala besar akan mengakibatkan bencana bagi tiga juta orang di wilayah tersebut.
Muller juga menekankan bahwa resolusi Dewan Keamanan PBB, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan lintas batas ke Suriah, harus diperbarui pada akhir tahun.
Perwakilan Tetap Turki untuk PBB Feridun Sinirlioglu dalam pernyataan pada dewan PBB, mengatakan ketegangan yang meningkat di Idlib sangat mengkhawatirkan, hal itu akan memicu gelombang imigrasi baru.
Sinirlioglu mengungkapkan baru-baru ini 50 ribu orang berpindah ke arah perbatasan Turki akibat konflik di Idlib.
Dia menekankan semua upaya harus dilakukan untuk mengurangi ketegangan di kawasan itu.