Melike Pala
12 Mei 2026•Update: 12 Mei 2026
Uni Eropa dan Suriah pada Senin menggelar dialog politik tingkat tinggi pertama di Brussels yang membahas upaya mempererat hubungan, memperdalam kerja sama, dan menangani tantangan kawasan yang memengaruhi stabilitas serta keamanan.
Pertemuan itu dipimpin bersama oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani.
Komisaris Uni Eropa untuk Mediterania Dubravka Suica serta Komisaris Uni Eropa untuk Kesetaraan, Kesiapsiagaan, dan Manajemen Krisis Hadja Lahbib turut menghadiri pertemuan tersebut.
Dalam pernyataan setelah pertemuan, kedua pihak membahas kondisi terkini hubungan Uni Eropa-Suriah dan peluang untuk meningkatkan kerja sama di tengah ketegangan kawasan dan masalah keamanan yang masih berlangsung.
Dialog tersebut juga meninjau upaya otoritas transisi Suriah dalam stabilisasi, pemulihan sosial ekonomi, dan transisi politik yang inklusif.
Uni Eropa kembali menegaskan dukungannya terhadap bantuan kemanusiaan dan inisiatif rekonstruksi di Suriah.
“Diskusi menyoroti pentingnya menjunjung hak-hak seluruh warga Suriah dan mengoordinasikan upaya untuk mendorong stabilitas, bantuan kemanusiaan, dan pembangunan sosial ekonomi,” demikian isi pernyataan tersebut.
Pertemuan itu berlangsung setelah para menteri luar negeri Uni Eropa sebelumnya pada Senin menyetujui keputusan untuk mencabut penangguhan parsial Perjanjian Kerja Sama Uni Eropa-Suriah yang diberlakukan sejak 2011.
Langkah tersebut disebut para pejabat sebagai bagian dari upaya normalisasi hubungan antara Brussels dan Damaskus.