Diyar Güldoğan
12 Mei 2026•Update: 12 Mei 2026
Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat Chuck Schumer pada Senin menuduh Presiden Donald Trump menyeret AS ke perang dengan Iran secara ilegal dan mengumumkan bahwa Partai Demokrat akan kembali memaksa pemungutan suara untuk mengakhiri keterlibatan militer Washington dalam konflik tersebut.
Berbicara di lantai Senat, Schumer mengatakan pemerintahan Trump telah melampaui batas 60 hari yang diatur dalam War Powers Act tanpa memperoleh otorisasi dari Kongres.
“Izinkan saya mengulanginya: Donald Trump menyeret Amerika ke dalam perang, perang ilegal dan mahal tanpa tujuan dan tanpa akhir yang jelas,” kata Schumer.
“Sudah lebih dari seminggu sejak kita melewati ambang 60 hari berdasarkan War Powers Act, yang berarti permusuhan harus dihentikan kecuali Trump mendapatkan otorisasi dari Kongres. Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth mencoba menghindari tenggat itu ketika mereka mengatakan waktunya telah berhenti karena pertempuran sudah selesai,” lanjutnya.
Schumer menolak anggapan bahwa konflik tersebut telah berakhir dan menyebut klaim itu tidak masuk akal.
“Perang sudah berakhir? Omong kosong, kegilaan untuk mengatakan itu,” ujarnya.
Pemimpin Demokrat di Senat itu juga menyoroti gagalnya putaran terbaru negosiasi dengan Iran sebagai bukti bahwa konflik masih jauh dari selesai.
“Perang ini masih belum terlihat akhirnya. Baru hari ini, putaran negosiasi terbaru dengan Iran gagal. Trump terus menggali lubang yang semakin dalam bagi dirinya sendiri,” kata Schumer.
Ia mengatakan Partai Demokrat pekan ini akan memaksakan pemungutan suara ketujuh terkait resolusi War Powers yang bertujuan menarik pasukan AS dari konflik dengan Iran.
“Partai Republik tahu bahwa kesalahan besar ini tidak secara ajaib berakhir ketika batas waktu 60 hari habis,” ujarnya. “Sudah waktunya melakukan sesuatu mengenai hal ini.”
Schumer mendesak Partai Republik mendukung resolusi tersebut dengan alasan langkah itu akan melindungi kewenangan perang konstitusional, menjaga keselamatan personel militer AS, dan menekan biaya operasi militer.
“Jika Partai Republik peduli menjaga kewenangan perang kami, menjaga keselamatan personel militer kami, dan menurunkan biaya bagi rakyat Amerika, mereka perlu mendukung resolusi War Powers dan mengakhiri perang ini,” katanya.
Ia menambahkan Partai Republik akan terus ikut bertanggung jawab atas konflik tersebut jika menolak mendukung langkah itu.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan Teheran terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk serta penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen. Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu.