Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 April 2020•Update: 16 April 2020
Halime Afra Aksoy
TRIPOLI
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB pada Rabu mengatakan bahwa pasukannya melakukan serangan udara terhadap gerilyawan yang setia kepada komandan pemberontak Khalifa Haftar.
Juru bicara militer GNA Mohammed Kanunu mengeluarkan pernyataan singkat tentang perkembangan di pangkalan udara Al-Watiya, Libya barat.
Kanunu mengatakan serangan udara itu menargetkan tentara pro-Haftar yang melarikan diri ke pangkalan udara.
Al-Watiya dianggap sebagai salah satu pangkalan udara paling penting di negara itu, yang kedua setelah Bandara Mitiga.
Pangkalan udara direbut oleh Haftar pada Agustus 2014 dan digunakan sebagai markasnya untuk operasi barat.
Pada 3 April, serangan udara dilakukan di Al-Watiya, yang sebagian besar di bawah kendali militan Haftar.
Operasi itu menghancurkan tiga jet tempur Su-22 Haftar dan banyak senjata berat serta fasilitas lainnya.
Kerusakan yang disebabkan oleh operasi memainkan peran penting dalam keberhasilan GNA meraih keunggulan udara di wilayah barat negara itu.
Hari Selasa menandai keberhasilan besar bagi GNA, setelah pasukannya berhasil membersihkan 3.000 kilometer persegi tanah yang ditempati oleh militan Haftar dalam operasi di Libya barat.
GNA telah merebut kembali tujuh kota dan dua desa dari pasukan Haftar, termasuk Sabratha dan Surman, dan mengendalikan daerah di sepanjang garis pantai barat negara itu.