Marıa Elısa Hospıta
14 Februari 2020•Update: 15 Februari 2020
Waleed Abdullah
TRIPOLI
Penerbangan di Bandara Internasional Mitiga Libya kembali beroperasi pada Kamis, setelah sempat ditangguhkan karena serangan roket.
Lewat sebuah pernyataan, Hisham Abu Shakwat, wakil menteri transportasi dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA), mengatakan pasukan pemberontak Khalifa Haftar menyerang bandara itu.
Pengelola bandara mengumumkan lewat Facebook bahwa serangan itu telah menyebabkan kepanikan di antara para staf maupun wisatawan.
Mustafa Al-Mujie, juru bicara Operation Volcano of Anger, kampanye militer yang diluncurkan oleh pasukan pemerintah, mengkonfirmasi bahwa milisi pro-Haftar telah menembakkan roket.
Pasukan Haftar meluncurkan kampanye militer sejak April tahun lalu untuk merebut Tripoli dari pemerintah yang diakui secara internasional.
Dia menambahkan bahwa penembakan acak oleh pasukan Haftar di daerah Al-Hadaba telah menewaskan seorang perempuan dan melukai banyak orang lainnya.
Serangan itu terjadi sehari setelah Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengeluarkan resolusi yang menyerukan "gencatan senjata abadi" di Libya.
Ada 14 negara yang memberikan suara untuk resolusi yang dirancang oleh Inggris dan Jerman.
Resolusi itu juga mencakup rencana misi pengawasan dan mendesak negara-negara untuk berhenti mengirim senjata ke Libya.
Pasukan Haftar meluncurkan kampanye militer sejak April tahun lalu untuk merebut Tripoli dari pemerintah yang diakui secara internasional.
*Bassel Ibrahim turut melaporkan dari Ankara