Ekip
09 Maret 2022•Update: 11 Maret 2022
TRIPOLI, Libya
Penasihat Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Libya Stephanie Williams menyerukan pencabutan penutupan ladang minyak dan dimulainya kembali semua penerbangan sipil di Libya.
"Saya mengikuti dengan keprihatinan tentang laporan penutupan ladang minyak dan penangguhan beberapa penerbangan sipil," kata Williams di Twitter awal Minggu.
“Kebebasan bergerak di seluruh negeri adalah hak dasar dan semua penerbangan sipil harus dilanjutkan,” tutur dia.
Pada Minggu, Perusahaan Minyak Nasional Libya (NOC) menyatakan keadaan force majeure di dua ladang minyak, termasuk El Sharara, yang terbesar di negara itu, setelah gerilyawan menutup katup pompa minyak mentah di pelabuhan ekspor.
Libya sedang menyaksikan keretakan politik yang mendalam ketika parlemen yang berbasis di Tobruk pada Kamis memberikan kepercayaan kepada pemerintah baru yang dipimpin oleh mantan Menteri Dalam Negeri Fathi Bashagha sementara Abdul Hamid Dbeibeh bersikeras untuk melanjutkan jabatan dan tugasnya sebagai Perdana Menteri.
Pemerintah Dbeibeh memperingatkan bahwa mereka akan mempertimbangkan setiap upaya untuk menyerbu markas besarnya sebagai "serangan terhadap pemerintah."
Dbeibeh berkuasa berdasarkan hasil Forum Dialog Libya yang menetapkan masa jabatan otoritas eksekutif transisi pada 18 bulan, diperpanjang hingga 24 Juni.