Ekip
23 Desember 2021•Update: 29 Desember 2021
TRIPOLI, Libya
Amerika Serikat (AS) pada Rabu mengungkapkan pihaknya kecewa atas penundaan pada pemilihan presiden Libya.
"Amerika Serikat berbagi keprihatinan dan kekecewaan dari sebagian besar warga Libya yang berharap memiliki kesempatan untuk memilih masa depan negara mereka," kata Utusan Khusus AS dan Duta Besar AS di Libya Richard Norland dalam sebuah pernyataan.
Utusan AS itu mendesak para pemimpin Libya untuk cepat mengatasi semua hambatan hukum dan politik untuk mengadakan pemilihan, termasuk menyelesaikan daftar calon presiden.
Sebelumnya pada Rabu, Komisi Pemilihan Umum Nasional Libya mengusulkan untuk menunda pemilihan presiden 24 Desember selama satu bulan, mendorong tanggal pemungutan suara menjadi 24 Januari 2022.
Komisi menyebut ada hambatan pemungutan suara diselenggarakan tepat waktu dan meminta Dewan Perwakilan Rakyat untuk bekerja mengatasi hambatan saat ini.
Norland memperingatkan semua pihak Libya terhadap tindakan sepihak atau penyebaran bersenjata yang berisiko eskalasi dan konsekuensi yang tidak diinginkan yang merugikan keamanan dan keselamatan rakyat Libya.
Pada Selasa, daerah Ain Zara, Al-Sidra, dan Jalan Al-Shok di ibu kota, Tripoli, menyaksikan mobilisasi milisi dan pemasangan penghalang oleh otoritas keamanan dan militer yang berafiliasi dengan pemerintah Libya, menurut saksi mata dan posting-an di media sosial.
Diplomat AS itu mendesak semua warga Libya untuk waspada terhadap penyebaran disinformasi yang hanya menguntungkan mereka yang ingin mengganggu kemajuan Libya di masa depan.
Pihak-pihak Libya berselisih pendapat mengenai jadwal pemungutan suara untuk pemilihan presiden dan parlemen yang akan diadakan secara bersamaan atau satu demi satu.
Rakyat Libya berharap bahwa pemilu mendatang akan berkontribusi untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah melanda negara kaya minyak itu selama bertahun-tahun.