Astudestra Ajengrastrı
18 Oktober 2018•Update: 18 Oktober 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Sebuah rancangan undang-undang diajukan di Dewan Perwakilan Rakyat AS untuk menunda penjualan senjata ke Arab Saudi, kecuali Menteri Luar Negeri Mike Pompeo memastikan kerajaan tidak memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi.
Anggota kongres Partai Demokrat dari Massachusetts Jim McGovern, yang merupakan wakil Komisi HAM dan anggota Komite Peraturan DPR, memimpin pembahasan perundangan ini, mengatakan bahwa berbagai laporan tentang Khashoggi "menunjukkan pelanggaran besar norma-norma internasional."
Undang-undang ini menyatakan bantuan militer dan penjualan senjata AS ke Arab Saudi akan dilarang, menunggu konfirmasi dari Pompeo soal status Khashoggi.
"Jika Amerika Serikat membela apapun, kita harus membela dengan keras dan tegas untuk hak asasi manusia. Nilai-nilai kita adalah kekuatan kita, dan kita tidak boleh abai atau terlibat ketika nilai-nilai tersebut direndahkan atau diserang," kata McGovern melalui pernyataan pekan lalu.
Khashoggi tak terlihat lagi setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober, menimbulkan ketakutan bahwa dia dibunuh.
Beberapa media melaporkan adanya rekaman audio dan video berisi detail-detail mengerikan peristiwa yang diduga proses pembunuhannya di tangan tim operasi dari Saudi setelah dia memasuki konsulat.
Beberapa anggota parlemen AS lain juga berpendirian sama soal Arab Saudi, mengatakan sanksi-sanksi harus dijatuhkan bila laporan soal kematian jurnalis ini benar.
Senator Partai Republik Lindsey Graham memeringatkan akan ada "harga besar yang harus dibayar" bila Khashoggi terbukti dibunuh.
Menurut laman media Intercept, rancangan undang-undang yang dibahas DPR pada Selasa ini didukung oleh enam anggota Partai Demokrat dan dua anggota Partai Republik.