Dunia

OKI kecam pelanggaran Israel di Yerusalem

Komite Eksekutif prihatin atas upaya Israel untuk mengubah status historis dan hukum kota Al-Quds Al-Sharif

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 18.07.2019
OKI kecam pelanggaran Israel di Yerusalem Suasana pembukaan pertemuan luar biasa menteri-menteri luar negeri negara anggota Organisasi Kerja sama Islam di Jeddah, Arab Saudi. (Fatih Aktaş - Anadolu Agency)

Suudi Arabistan

JEDDAH, Arab Saudi

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada Rabu mengutuk pelanggaran Israel di Al-Quds Al-Sharif dan mengajak dunia untuk memboikot negara-negara yang telah memindahkan kedutaan besar mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem sebagai tanggapan atas pengakuan AS atas kota itu sebagai ibu kota Israel.

Seruan OKI itu disampaikan pada pertemuan luar biasa tingkat menteri OKI tentang pelanggaran Israel di Yerusalem yang diadakan di kota Jeddah, Arab Saudi.

Dalam sebuah pernyataan hari Rabu, Komite Eksekutif OKI menekankan keprihatinannya atas upaya Israel untuk mengubah status historis dan hukum kota Al-Quds Al-Sharif [Yerusalem] dan pemindahan sejumlah misi diplomatik negara.

Komite itu juga menegaskan sikapnya yang mengutuk keras keterlibatan Israel dan kekuatan pendudukan dalam eskalasi prosedur kolonialismenya di Al-Quds Al-Sharif dan upayanya untuk mengubah karakter dan status hukum kota serta susunan demografinya.

OKI mengatakan rekayasa demografis Israel dilakukan dengan cara menjelekkan realitas sejarah dengan membuka jalur peziarah Yahudi yang membentang dari kolam Silwan ke dinding Al-Buraq (Tembok Ratapan), di bawah rumah-rumah warga Palestina di Silwan, selatan Masjid Aqsa.

Pernyataan OKI juga mengutuk partisipasi perwakilan pemerintah Amerika Serikat dan dukungannya untuk tindakan ilegal yang dilakukan oleh Israel di Al-Quds Al-Sharif.

Tindakan itu, menurut dia, mengabaikan sepenuhnya hukum internasional dan norma-norma serta berkontribusi pada justifikasi pendudukan kolonialis Israel atas wilayah negara Palestina dan meningkatkan ketegangan di wilayah Timur Tengah.

OKI juga meminta semua negara di dunia, terutama AS, serta semua lembaga dan badan internasional untuk mematuhi resolusi legitimasi internasional tentang Al-Quds, yang merupakan bagian integral dari wilayah Palestina yang diduduki pada 1967.

Organisasi pan-Muslim itu juga mendesak semua negara untuk menahan diri dari langkah apa pun yang akan menyiratkan pengakuan, baik terang-terangan maupun implisit, terhadap aneksasi ilegal Israel, kekuatan pendudukan dan pemindahan misi diplomatik ke Yerusalem.

OKI mengimbau semua anggotanya untuk memboikot negara-negara yang telah membuka misi-misi diplomatik di Al-Quds Al-Sharif, menghentikan hubungan, pertukaran komersial, kunjungan dan bentuk kerjasama apa pun di bidang politik, budaya, olahraga atau artistik, hingga mereka membatalkan keputusan dan mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan.

Israel terus berusaha meyakinkan negara-negara dunia untuk memindahkan misi diplomatik mereka dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Sejauh ini, hanya AS dan Guatemala yang telah secara resmi memindahkan kedutaan mereka.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.