Rabia Iclal Turan
26 Februari 2025•Update: 28 Februari 2025
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio dan Perdana Menteri Irak Mohammed Shia' al-Sudani pada Selasa sepakat selama percakapan via telepon untuk bekerja "cepat" dalam membuka kembali jaringan pipa Irak-Turkiye, menurut Departemen Luar Negeri AS.
"Keduanya sepakat tentang perlunya menjadikan Irak mandiri dalam energi, untuk itu diperlukan segera membuka kembali Pipa Irak-Turkiye, dan menghormati persyaratan kontrak bagi perusahaan AS yang bekerja di Irak untuk menarik investasi tambahan," kata jubir Deplu AS Tammy Bruce dalam sebuah pernyataan.
Pada Maret 2023, Irak berhenti mengirimkan minyak melalui pipa setelah memenangkan kasus arbitrase terhadap Turkiye.
Rubio dan Al-Sudani membahas kemitraan strategis AS-Irak dan pentingnya stabilitas dan kedaulatan Irak serta mengurangi pengaruh Iran dan perang melawan ISIS (Daesh), tambah Bruce.
Selama panggilan tersebut, Rubio juga "menegaskan kembali pentingnya Suriah tidak menjadi surga bagi terorisme atau menimbulkan ancaman bagi negara-negara tetangganya," menurut pernyataan tersebut.
Sebuah pernyataan dari kantor Al-Sudani mengatakan keduanya sepakat untuk meningkatkan komunikasi dan memperdalam kerja sama antara negara mereka dan meninjau kemajuan dalam upaya bersama di berbagai sektor.