Dunia

Mantan anggota Kongres AS kritik permukiman Israel di Bethlehem, Palestina

Mantan anggota Kongres AS menyuarakan keprihatinan atas kondisi warga Kristen di Bethlehem

Fatma Zehra Solmaz, Muhammad Abdullah Azzam  | 17.02.2026 - Update : 17.02.2026
Mantan anggota Kongres AS kritik permukiman Israel di Bethlehem, Palestina

ISTANBUL

Mantan anggota Kongres Amerika Serikat Marjorie Taylor Greene menyatakan keprihatinannya atas kondisi warga Kristen di Tepi Barat yang diduduki, khususnya di kota Bethlehem, dengan menyoroti dampak permukiman ilegal Israel dan pembatasan militer di wilayah tersebut.

Melalui unggahan di platform media sosial X pada Senin (16/2), Greene mengatakan banyak umat Kristen di Amerika Serikat tidak menyadari adanya dugaan persekusi terhadap komunitas Kristen di Bethlehem.

“Bethlehem adalah tempat kelahiran Yesus. Umat Kristen Amerika sebagian besar tidak menyadari persekusi terhadap umat Kristen yang terjadi di sana, tetapi mereka perlu mempelajarinya dan menyuarakannya,” tulis Greene.

Greene juga mengungkapkan bahwa dirinya bertemu dengan Wali Kota Bethlehem Maher N. Canawati, yang juga seorang Kristen.

Dalam pertemuan itu, keduanya membahas tekanan yang dihadapi komunitas Kristen di Bethlehem, Gaza, dan wilayah Tepi Barat.

Ia menyebut, menurut Canawati, warga setempat hanya ingin hidup damai berdampingan dengan tetangga Yahudi dan Muslim mereka di rumah yang secara hukum mereka miliki. Namun, ia menuding para pemukim terus mengambil alih rumah-rumah tersebut.

Greene juga mengatakan terdapat 139 pos pemeriksaan militer Israel di Bethlehem. Ia menambahkan bahwa luas wilayah kota itu sebelumnya mencapai sekitar 41 mil persegi, namun kini menyusut menjadi sekitar tujuh mil persegi.

“Bagaimana Tanah Suci tanpa umat Kristen?” tukas Greene mempertanyakan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.