Politik, Dunia

Trump sebut akan terlibat tidak langsung dalam pembicaraan AS dan Iran

Trump menyatakan akan terlibat secara tidak langsung dalam perundingan nuklir AS dan Iran di Jenewa

Diyar Guldogan  | 17.02.2026 - Update : 17.02.2026
Trump sebut akan terlibat tidak langsung dalam pembicaraan AS dan Iran Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

WASHINGTON

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan terlibat secara tidak langsung dalam perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, Selasa (18/2), di tengah kembali bergulirnya diplomasi kedua negara.

“Saya akan terlibat dalam pembicaraan itu secara tidak langsung, dan pembicaraan itu akan sangat penting,” kata Trump kepada wartawan, Senin (16/2), dalam perjalanan menuju Washington saat ditanya mengenai harapannya terhadap putaran kedua perundingan tidak langsung tersebut. “Kita lihat saja apa yang bisa terjadi,” ujarnya menambahkan.

Sesuai jadwal yang telah diumumkan, pembicaraan akan dimulai Selasa pagi di bawah mediasi Oman dan digelar di Kedutaan Besar Oman di kota Jenewa.

Trump menyebut Iran sebagai perunding yang sangat tangguh. Namun, ia juga mengatakan bahwa Teheran seharusnya dapat mencapai kesepakatan lebih awal.

“Kita sebenarnya bisa saja mencapai kesepakatan daripada harus mengirim pesawat B-2 untuk menghancurkan potensi nuklir mereka. Kami harus mengirim B-2. Saya berharap mereka akan lebih masuk akal,” kata Trump, merujuk pada pembom siluman AS yang melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran saat eskalasi konflik Iran–Israel pada Juni 2025.

Trump kembali menegaskan bahwa Iran menginginkan kesepakatan. “Saya rasa mereka tidak menginginkan konsekuensi jika tidak ada kesepakatan. Mereka ingin membuat kesepakatan,” ujarnya.

Iran dan AS kembali memulai diplomasi nuklir tidak langsung di Muscat, Oman, pada 6 Februari lalu di bawah mediasi Oman, hampir delapan bulan setelah perundingan dihentikan menyusul serangan Israel terhadap Iran yang memicu perang selama 12 hari.

Kedua pihak menyampaikan penilaian positif setelah putaran terakhir pembicaraan, yang berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan akibat penambahan kekuatan militer AS di kawasan Teluk Persia.

Pengayaan uranium masih menjadi isu utama yang diperselisihkan. Iran menuntut pencabutan sanksi ekonomi Barat sebagai imbalan atas pembatasan aktivitas nuklirnya. Sementara itu, AS meminta Iran menghentikan sepenuhnya pengayaan uranium dan memindahkan cadangan uranium yang telah diperkaya tinggi ke luar negeri.

Washington juga berupaya memperluas cakupan perundingan agar mencakup program rudal balistik Iran serta dukungannya terhadap kelompok bersenjata di kawasan, sedangkan Teheran berulang kali menegaskan hanya akan bernegosiasi terkait program nuklirnya.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın