Iran sebut pemimpin tertinggi baru Mojtaba Khamenei terluka namun kondisinya baik
Teheran membuka kemungkinan bagi negara-negara Eropa untuk berperan sebagai mediator konflik
ROMA
Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan mengalami luka namun berada dalam kondisi baik di tengah meningkatnya konflik di kawasan, menurut Kementerian Luar Negeri Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei dalam wawancara dengan surat kabar Italia Corriere della Sera yang diterbitkan pada Kamis.
Dalam wawancara tersebut, Baqaei menyinggung eskalasi konflik di kawasan dan mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Ia mengatakan Iran tidak memiliki permusuhan terhadap negara-negara tetangganya, namun menilai kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan telah menimbulkan ketidakpercayaan.
Menurut Baqaei, Teheran juga terus menjalin komunikasi intensif dengan negara-negara di kawasan di tengah meningkatnya ketegangan.
Ia juga menanggapi kekhawatiran negara-negara Eropa terkait kenaikan harga minyak akibat konflik yang berlangsung.
Diplomat Iran tersebut menyerukan agar negara-negara Eropa menentang apa yang disebutnya sebagai ketidakadilan terhadap Iran, serta menyatakan bahwa Teheran terbuka jika negara-negara Eropa ingin berperan sebagai mediator.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari yang menurut otoritas Iran telah menewaskan sekitar 1.300 orang dan melukai lebih dari 10.000 lainnya.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Mojtaba Khamenei sebelumnya diumumkan sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru pada pekan ini menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
