Dunia

Kebijakan imigrasi pemerintah AS picu gelombang protes massa di sejumlah negara bagian

Kebijakan imigrasi pemerintah AS memicu aksi mogok kelas dan demonstrasi pelajar di sejumlah negara bagian menyusul insiden penembakan oleh petugas ICE di Minnesota

Yasin Yorgancı, Muhammad Abdullah Azzam  | 16.02.2026 - Update : 16.02.2026
Kebijakan imigrasi pemerintah AS picu gelombang protes massa di sejumlah negara bagian

ANKARA

Kebijakan imigrasi pemerintah Amerika Serikat memicu gelombang aksi protes pelajar di berbagai negara bagian dalam beberapa pekan terakhir, dengan siswa melakukan aksi mogok kelas sebagai bentuk penolakan terhadap tindakan aparat imigrasi.

Menurut laporan The New York Times, aksi tersebut meluas setelah dua orang tewas dalam insiden yang melibatkan petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di negara bagian Minnesota.

Di Utah, siswa dari delapan sekolah di wilayah Salt Lake keluar dari ruang kelas sambil membawa tas dan pengeras suara untuk menyuarakan protes. Di Maine, para pelajar berkumpul di sebuah jembatan di atas Sungai Kennebec.

Aksi serupa juga terjadi di Maryland, di mana puluhan siswa sempat menghentikan lalu lintas di jalan raya. Di negara bagian Washington, siswa sekolah menengah di Kota Sunnyside menggelar aksi di area parkir sekolah dengan membawa spanduk.

Di Texas, protes terus berlanjut setelah Gubernur Greg Abbott pekan lalu menulis di media sosial bahwa sekolah dan staf yang mengizinkan aksi semacam itu harus diperlakukan sebagai “rekan pelaku.”

Di Kota Dallas, sedikitnya 10 sekolah menggelar aksi mogok kelas yang diikuti ratusan siswa. Para peserta menyatakan mereka menyadari potensi sanksi, namun tetap berkomitmen menyuarakan penolakan terhadap operasi agen federal serta insiden penembakan di Minnesota.

Insiden di Minnesota menjadi pemicu utama gelombang protes tersebut. Pada 7 Januari di Minneapolis, petugas ICE menembak dan menewaskan seorang warga negara AS berusia 37 tahun, Renee Nicole Macklin Good, saat operasi penegakan imigrasi.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem menyatakan korban diduga berupaya menabrakkan kendaraannya ke arah petugas ICE.

Dalam peristiwa lain pada 24 Januari di Minneapolis, seorang pria berusia 37 tahun bernama Alex Jeffrey Pretti juga tewas ditembak saat hendak ditahan petugas ICE. Otoritas menyebut Pretti membawa senjata api saat insiden terjadi.

Gelombang aksi pelajar ini mencerminkan meningkatnya ketegangan publik terhadap kebijakan imigrasi dan tindakan penegakan hukum federal, yang kini menjadi isu perdebatan luas di sejumlah negara bagian AS.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.