Iran ingatkan serangan AS ke pulau-pulaunya akan picu respons keras
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan bahwa serangan AS terhadap pulau Iran akan mengakhiri semua penahanan diri
ISTANBUL
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan bahwa setiap serangan Amerika Serikat terhadap pulau-pulau Iran akan mengakhiri seluruh bentuk penahanan diri Teheran dan memicu respons keras dari negara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Qalibaf melalui unggahan di platform media sosial X pada Kamis.
“Tanah air atau mati!” tulisnya, seraya memperingatkan bahwa setiap agresi terhadap wilayah pulau-pulau Iran akan “menghancurkan semua bentuk penahanan diri.”
Ia menegaskan Iran akan merespons secara tegas setiap serangan yang menargetkan wilayahnya.
Qalibaf juga menyatakan bahwa Iran dapat meningkatkan eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia jika terjadi serangan terhadap wilayahnya.
“Setiap agresi terhadap tanah pulau-pulau Iran akan mengakhiri semua penahanan diri. Kami akan meninggalkan semua bentuk penahanan diri,” ujarnya.
Ia juga memperingatkan bahwa “darah tentara Amerika akan menjadi tanggung jawab pribadi Donald Trump.”
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang dan melukai lebih dari 10.000 lainnya.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
