Türkİye, Dunia

Menlu Turkiye: Tidak boleh ada upaya provokasi perang saudara di Iran

Ankara menekankan pentingnya menjaga integritas wilayah Iran dan menolak upaya perubahan rezim

Tugba Altun, Sumeyye Dilara Dincer, Muhammet Turhan, Berk Kutay Gokmen  | 13.03.2026 - Update : 13.03.2026
Menlu Turkiye: Tidak boleh ada upaya provokasi perang saudara di Iran Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan.

ANKARA

Turkiye menegaskan penolakannya terhadap setiap rencana yang bertujuan memicu perang saudara di Iran atau memperdalam konflik berbasis perbedaan etnis dan agama di kawasan.

Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul setelah pertemuan mereka di Ankara pada Kamis.

Fidan mengatakan kedua pihak membahas berbagai isu terkait kesejahteraan dan keamanan kedua negara, termasuk hubungan bilateral, proses keanggotaan Turkiye di Uni Eropa, serta perkembangan regional dan global, khususnya perang di Timur Tengah.

Ia menekankan bahwa konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah harus segera diakhiri dan menyatakan Turkiye terus melakukan upaya diplomasi intensif untuk mendorong penghentian perang tersebut.

Menurut Fidan, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan telah melakukan pembicaraan dengan banyak pemimpin dunia dan terus melanjutkan diplomasi tersebut. Ia juga mengatakan dirinya turut menjalankan komunikasi diplomatik secara intensif.

Fidan menambahkan bahwa Turkiye siap menghadapi berbagai kemungkinan terkait perkembangan konflik dan dampaknya, sambil terus bekerja memastikan keselamatan warga Turkiye di kawasan.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu Ali Khamenei, serta lebih dari 150 siswi sekolah. Lebih dari 10.000 orang juga dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.

Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Fidan mengatakan bahwa serangan terhadap Iran tersebut tidak adil dan melanggar hukum internasional, namun ia juga menilai serangan balasan Iran terhadap negara lain, terutama negara-negara Teluk, tanpa provokasi juga merupakan langkah yang keliru.

Ia menyerukan agar perdamaian dan gencatan senjata segera diwujudkan.

Fidan juga menegaskan bahwa integritas wilayah Iran harus dihormati dan tujuan seperti perubahan rezim tidak seharusnya dikejar.

“Wilayah ini harus kembali normal secepat mungkin,” ujarnya.

Selain itu, Fidan menuduh Israel memanfaatkan situasi konflik untuk memperluas operasi militernya ke Lebanon.

Menurutnya, serangan Israel harus dihentikan sebelum negara Lebanon menghadapi risiko keruntuhan.

“Jika Lebanon runtuh, dampaknya akan sangat besar bagi seluruh kawasan, terutama negara-negara tetangganya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Fidan juga menyinggung hubungan ekonomi Turkiye dan Jerman yang mencapai nilai perdagangan sekitar 52 miliar dolar AS tahun lalu, serta menyatakan harapan agar angka tersebut dapat meningkat menjadi 60 miliar dolar AS.

Ia menambahkan bahwa industri pertahanan menjadi salah satu sektor yang berpotensi memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.

Fidan juga mengatakan Turkiye menyambut sikap positif Jerman terkait rencana pengadaan jet tempur Eurofighter Typhoon.

Selain itu, kedua pihak membahas proses keanggotaan Turkiye di Uni Eropa, liberalisasi visa, serta harapan Ankara terhadap modernisasi Uni Pabean.

Fidan menegaskan bahwa NATO tetap menjadi pilar utama keamanan Euro-Atlantik dan bahwa inisiatif pertahanan Uni Eropa seharusnya melengkapi NATO serta melibatkan semua sekutu.

Ia memperingatkan bahwa mengecualikan Turkiye dari inisiatif keamanan tersebut dapat melemahkan keamanan Eropa.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın