Dunia

Libya: Negosiasi militer putaran kedua dimulai di Jenewa

"Kami berharap bisa mencapai semacam konsensus tentang gencatan senjata abadi di Libya," ujar utusan khusus Libya untuk PBB

Maria Elisa Hospita   | 19.02.2020
Libya: Negosiasi militer putaran kedua dimulai di Jenewa Utusan khusus Libya untuk PBB Ghassan Salame. (Foto file-Anadolu Agency)

Geneve

Peter Kenny

JENEWA 

Komisi militer gabungan yang mewakili pemerintah Libya yang diakui PBB dan komandan pasukan Khalifa Haftar memulai negosiasi putaran kedua di Jenewa pada Selasa.

"Kami berharap bisa mencapai semacam konsensus tentang gencatan senjata abadi di Libya," ujar utusan khusus Libya untuk PBB Ghassan Salame saat konferensi pers.

Dia juga mengatakan gencatan senjata "sering dilanggar" dan pelabuhan di Tripoli setiap harinya menjadi target serangan.

Meskipun negosiasi tersebut berlangsung di ruang yang berbeda, tetapi Salame optimistis akan ada dialog tatap muka.

Utusan itu mengatakan resolusi Dewan Keamanan PBB setelah putaran pertama negosiasi di Jenewa awal bulan ini telah memberi "cap legitimasi" bagi konferensi Berlin di Libya yang digelar bulan lalu.

Salame menambahkan bahwa "pertimbangan UE untuk memberlakukan embargo senjata" juga membuatnya optimistis.

Pada 12 Januari, pihak-pihak yang bertikai di Libya mengumumkan gencatan senjata yang diserukan oleh presiden Turki dan Rusia.

Namun, perundingan untuk gencatan senjata permanen mandek setelah Haftar meninggalkan Moskow tanpa menandatangani kesepakatan.

Kemudian, selama Konferensi Berlin 19 Januari, kepala pemerintah yang diakui PBB dan Haftar diminta "untuk memperpanjang gencatan senjata dan memberikan kesempatan bagi diplomasi".

Konferensi ini dihadiri oleh perwakilan dari Amerika Serikat, Turki, Rusia, Inggris, PBB, Aljazair, China, Mesir, Prancis, Jerman, Italia, Republik Kongo, Uni Emirat Arab, Uni Afrika, Uni Eropa, dan Liga rab.

Di bawah kesepakatan yang dicapai di Berlin, semua penandatangan berkomitmen untuk tidak ikut campur dalam konflik Libya, serta mendukung gencatan senjata, menghormati embargo senjata, dan mendukung proses politik yang difasilitasi PBB.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın