Astudestra Ajengrastrı
31 Juli 2018•Update: 31 Juli 2018
Elena Teslova
MOSKOW
Menyebut keinginan Truki untuk membeli alat pertahanan misil Rusia, menteri luar negeri Rusia pada Senin mengkritik AS karena mencoba menekan negara-negara yang ingin membeli persenjataan dari Rusia.
Negara-negara yang sedang mengembangkan pengaruhnya tak akan tunduk pada "ultimatum dan ancaman" ketika memutuskan apa dan di mana mereka akan membeli sesuatu, kata Sergey Lavrov dalam pidatonya di forum pemuda.
Negara-negara "tidak akan mau menyerahkan hak untuk berdagang dengan siapapun yang mereka inginkan dan apa yang mereka mau beli dengan ultimatum dan ancaman, seperti yang kini terjadi dengan kontrak persenjataan Rusia dengan beberapa negara, seperti Turki, Indonesia dan India, di mana Washington secara terbuka mengecam kontrak dagang ini," ujar dia.
Lavrov juga memperingatkan bahwa permintaan AS ini akan menciptakan "hal yang tidak bisa diprediksi, dan menambah potensi konflik."
Pada 18 Juni, Kongres AS meloloskan legislasi untuk melarang penjualan pesawat perang F-35 ke Turki, meskipun kontrak dagang sudah ditandatangani oleh kedua negara.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan belakangan berkata Presiden AS Trump telah meyakinkannya bahwa proses penjualan akan tetap berlanjut, meski adanya usaha kongres untuk menggagalkannya.