Rhany Chairunissa Rufinaldo
01 Januari 2019•Update: 01 Januari 2019
KUWAIT CITY
Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Khaled al-Jarallah pada Senin mengatakan bahwa kedutaan besar negaranya di Damaskus tidak akan dibuka kembali tanpa lampu hijau dari Liga Arab.
Berbicara kepada Al Jazeera, al-Jarallah juga mengkritik apa yang dia sebut sebagai pemalsuan oleh rezim Suriah, yang pada Minggu menambahkan 30 nama warga negara Kuwait ke dalam daftar terorisnya.
Selain al-Jarallah sendiri, Suriah juga memasukkan nama Nayef al-Ajmi, mantan menteri urusan Islam yang juga dituduh oleh Amerika Serikat sebagai pendukung jihadis di Suriah.
Dua anggota parlemen dan beberapa mantan anggota parlemen serta sejumlah ulama Muslim, yang memimpin kampanye donasi untuk pemberontakan terhadap rezim Assad, juga masuk ke dalam daftar tersebut.
Media lokal pada Senin melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Kuwait telah memanggil Kuasa Usaha Suriah Ghassan Anjarini untuk memprotes tindakan Damaskus.
Pekan lalu, Uni Emirat Arab dan Bahrain mengumumkan rencana untuk membuka kembali kedutaan mereka di ibu kota Suriah setelah tujuh tahun ditutup.