03 Agustus 2017•Update: 04 Agustus 2017
Ahmed al-Masri
DOHA
Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menggelar konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Italia Angelino Alfano di Doha.
Dalam konferensi pers, Al Thani menggambarkan jabatan tangan antara Menlu Saudi Adel Al-Jubeir dan rekan Iran-nya Mohammad Javad Zarif - dalam konferensi OKI di Istanbul - sebagai "hubungan pribadi".
Qatar, katanya, "tidak akan mengganggu hubungan bilateral negara lain dan mengharapkan negara lain tidak mencampuri hubungan luar negeri kami".
Ditanya mengenai standar ganda Riyadh, yang terus menuntut Qatar memutuskan hubungannya dengan Teheran, Al Thani mengatakan: "Kami telah melihat sejumlah kontradiksi dalam krisis yang sedang berlangsung" dimana Qatar diadu domba dengan sejumlah negara Arab.
"Kontradiksi ini," tambahnya, "tidak terbatas hanya pada jabatan tangan."
Al Thani menegaskan, Qatar tidak menetapkan syarat tertentu untuk berdialog dengan negara-negara yang melakukan blokade.
Qatar berharap dapat menemukan solusi berdasarkan prinsip non-intervensi terhadap urusan negara lain.
"Kami tidak akan mendukung usulan yang kurang inovatif atau saling bertentangan," kata Al Thani. "Fokus Qatar saat ini adalah peran Kuwait sebagai mediator."
Qatar dan Italia baru saja menandatangani kontrak senilai € 5 juta untuk pembelian kapal angkatan laut dalam "program ekonomi militer" kedua negara.
Alfano, FM Italia, pada gilirannya, menyatakan dukungan negaranya atas mediasi Kuwait merespon krisis teluk.
"Kami ingin krisis ini bisa diselesaikan melalui jalur diplomatik," katanya. "Kami tidak ingin krisis ini terus berlanjut."