Pizaro Gozali İdrus
05 Juli 2019•Update: 05 Juli 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Sedikitnya 26 orang tewas di Myanmar setelah tertular virus influenza H1N1 atau flu babi dalam dua pekan terakhir, lansir The Irrawaddy pada Kamis.
Yangon menjadi wilayah dengan korban tewas terbanyak yang mencapai 22 orang.
Dalam dua pekan terakhir, pemerintah menyatakan ada 385 kasus flu dan 114 di antaranya didiagnosis sebagai flu babi
Wakil Menteri Kesehatan dan Olahraga Khin Khin Gyi menyatakan flu bukanlah satu-satunya penyebab kematian melainkan ada faktor masalah kesehatan kronis lainnya.
“Lebih dari dua pertiga korban memiliki masalah kesehatan kronis. Sistem kekebalan mereka lemah yang membuat rentan terhadap infeksi,” kata dia.
“Orang yang menderita diabetes, hipertensi, masalah jantung dan pernapasan memiliki risiko kematian lebih tinggi [setelah tertular H1N1],” tambah dia.
Kementerian Kesehatan dan Olahraga Myanmar mencatat sebanyak 30 orang meninggal dari 406 kasus H1N1 pada 2017.
Sedangkan pada 2018, tidak ada korban jiwa dan hanya 13 kasus yang dapat dikonfirmasi.