Muhammad Abdullah Azzam
21 Maret 2019•Update: 22 Maret 2019
Eşref Musa, Burak Karacaoğlu
IDLIB
Lima warga sipil yang terdiri dari ayah dan empat anaknya tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh jet Rusia di desa Al Faqii di zona de-eskelasi Idlib, Suriah, lapor Badan Pertahanan Sipil di Idlib.
Sementara lima warga sipil lainnya dalam keadaan luka-luka.
Pesawat tempur Rusia melancarkan serangan di banyak desa di sebelah barat Idlib pada tengah malam.
Pusat pemantauan pesawat milik pihak oposisi Suriah melalui media sosial mengatakan, “Enam pesawat tempur Rusia yang lepas landas dari Pangkalan Khmeimim pada pukul 01.00 menghantam wilayah de-eskalasi Idlib."
Menurut informasi yang diterima dari sumber pertahanan sipil, empat anak dan ayahnya tewas dalam serangan udara yang berlangsung hingga pagi hari.
Sementara tim Pertahanan Sipil (White Helmets) melaporkan telah menyelamatkan ibu dari empat anak tersebut.
Pihak pertahanan sipil melaporkan setidaknya 152 sipil tewas dan 445 lainnya terluka dalam serangan-serangan yang dilancarkan sejak awal tahun ini ke provinsi Idlib.
Menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati wilayah, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi.