Muhammad Abdullah Azzam
14 Maret 2019•Update: 15 Maret 2019
Eşref Musa, Burak Karacaoğlu
IDLIB
Serangan udara bertubi-tubi yang dilakukan pesawat tempur Rusia pada Rabu di zona de-eskalasi Idlib menyebabkan enam warga sipil tewas, ungkap White Helmets.
Serangan udara yang dilancarkan oleh jet Rusia sejak Selasa malam berlanjut sepanjang Rabu kemarin.
Serangan secara bertubi-tubi itu menghantam pusat kota Idlib, distrik Khan Sheikhun dan Serakib dan desa Al-Huwain dan Um Jalal.
Menurut sumber pertahanan sipil, serangan udara tersebut menewaskan enam warga sipil, sebagian besar wanita dan anak-anak.
Setidaknya 40 warga sipil menderita luka-luka dalam serangan tersebut.
Tim pertahanan sipil hingga kini masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan, dan mengkhawatirkan jumlah korban tewas dapat bertambah.
Pusat pengamat pesawat milik kelompok oposisi menyatakan melalui akun media sosial bahwa pesawat tempur Rusia tipe SU 34 yang lepas landas dari pangkalan militer Khmeimim melancarkan serangan ke berbagai tempat di Idlib.
Menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati wilayah, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi.