Ekip
10 Januari 2018•Update: 11 Januari 2018
Ekip
ANKARA
Kementerian Luar Negeri Turki pada Selasa memanggil duta besar Rusia dan Iran menyusul serangan rezim Bashar al-Assad di Kota Idlib, Suriah.
Menurut informasi dari sumber kementerian, Turki memanggil Duta Besar Rusia untuk Ankara Alexei Yerkhov dan Duta Besar Iran Mohammad Ebrahim Taherian Fard untuk mengungkapkan "ketidaknyamanan” Turki atas serangan rezim Assad di Idlib.
Turki sebelumnya juga menyuarakan ketidaknyamanannya kepada pejabat Rusia dan Iran melalui jalur militer dan diplomatik mengenai pelanggaran rezim Assad terhadap zona de-eskalasi yang ditetapkan dalam perundingan damai Astana dan bertujuan untuk mengakhiri konflik Suriah, sumber tersebut menambahkan.
Karena pelanggaran yang terus berlanjut di Idlib, kedua duta besar dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Turki dan diminta untuk mendesak rezim Assad untuk segera mengakhiri pelanggaran tersebut.
Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada Selasa juga mengatakan bahwa pasukan rezim Suriah menargetkan pasukan oposisi "dengan dalih berperang melawan kelompok teroris Al-Nusra".
Cavusoglu memperingatkan bahwa tindakan semacam itu akan merusak proses penyelesaian politik di Suriah.
Kota Sochi di Rusia akan menjadi tempat diselenggarakannya Kongres Dialog Nasional Suriah, yang rencananya akan diadakan pada 29-30 Januari.
Kongres tersebut diperkirakan akan diikuti oleh semua segmen masyarakat Suriah kecuali kelompok teror.
Perang sipil di Suriah dimulai ketika rezim Bashar al-Assad mulai menindak keras demonstrasi pro-demokrasi pada awal 2011.
Sejak saat itu, ratusan ribu warga sipil tewas dan jutaan lainnya terpaksa melarikan diri dan mengungsi, menurut pejabat PBB.