Turki, Dunia

Israel serang warga Palestina yang berkumpul di Gerbang Damaskus

Pasukan Israel menggunakan granat kejut untuk membubarkan warga Palestina yang berkumpul di Gerbang Damaskus di Kota Tua Yerusalem Timur

Mustafa Deveci   | 09.05.2021
Israel serang warga Palestina yang berkumpul di Gerbang Damaskus Ilustrasi. Warga Palestina ditangkap oleh tentara Israel (Foto file - Anadolu Agency)

Quds

YERUSALEM 

Polisi Israel pada Sabtu malam menggunakan granat setrum untuk membubarkan warga Palestina yang berkumpul di Gerbang Damaskus Kota Tua di Yerusalem Timur yang diduduki.

Sejumlah warga Palestina berkumpul di Gerbang Damaskus setelah melakukan Salat Tarawih di Masjid al-Aqsa, di mana mereka datang untuk memuliakan Lailatul Qadar, yang memperingati wahyu pertama al-Quran turun kepada Nabi Muhammad.

Ketika ketegangan di daerah itu meningkat, polisi Israel menyerang warga Palestina dengan granat setrum di area tempat duduk di depan Gerbang Damaskus.

Tentara Israel menyemprot warga Palestina yang berkumpul di jalan dekat Gerbang Damaskus, dengan air bertekanan dari kendaraan water canon.

Ketegangan terus berlanjut di daerah tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, warga Palestina di Yerusalem tengah melakukan protes untuk menunjukkan solidaritas dengan penduduk lainnya di lingkungan Sheikh Jarrah di tengah bentrokan dengan polisi Israel.

Lebih dari 205 orang terluka dalam serangan Israel di Masjid Al-Aqsa, Gerbang Damaskus Kota Tua, dan lingkungan Sheikh Jarrah pada hari Jumat, menurut Bulan Sabit Merah Palestina.

Protes itu terjadi ketika Pengadilan Pusat Israel di Yerusalem Timur menyetujui putusan untuk mengusir tujuh keluarga Palestina dari rumah mereka demi pembangunan permukiman Israel pada awal 2021.

Polisi Israel juga berusaha membubarkan jamaah Muslim di dalam kompleks Masjid al-Aqsa pada Jumat malam, menggunakan granat setrum dan bom gas.

Wanita juga menjadi sasaran pasukan Israel, menurut saksi mata.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967. Negara itu mencaplok seluruh kota pada 1980, sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın