11 September 2017•Update: 12 September 2017
Kaamil Ahmed
YERUSALEM
Gerakan perlawanan Palestina yang berbasis di Gaza siap menghadapi konflik baru dengan Israel, kata kepala badan intelijen domestik negara Yahudi kepada kabinet keamanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu.
Kepala Shin Bet Nadav Argaman mengatakan, Hamas telah membangun kembali hubungannya dengan Iran - setelah keduanya sempat berbeda pandangan soal konflik di Suriah - dan tengah mempersiapkan diri menghadapi "konfrontasi lain dengan Israel".
Dilansir oleh surat kabar The Jerusalem Post, Argaman mengatakan bahwa Hamas terus menimbulkan ancaman serius bagi pihak keamanan Israel, dengan mengklaim bahwa Shin Bet telah menggagalkan sekitar 200 serangan selama tahun lalu.
Ia juga menyebut Tepi Barat yang dikuasai Israel sebagai wilayah yang "rentan" karena ketegangan yang terus meningkat sejak Juli, ketika warga Palestina turun ke jalan untuk memprotes langkah-langkah keamanan Israel, di kompleks Masjid al-Aqsa, Yerusalem
"Israel tidak mengetahui semua yang dilakukan oleh ISA [Shin Bet]," kata Netanyahu dalam pertemuan keamanan, Minggu.
PM juga mengatakan, selama Juli dan Agustus, Shin Bet telah menghancurkan lebih dari 70 "sel teroris" yang telah merencanakan serangan terhadap warga Israel.