Erric Permana
11 Desember 2018•Update: 11 Desember 2018
Erric Permana
JAKARTA
Indonesia menegaskan tidak akan berdiskusi atau menanggapi klaim apapun dari Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan seluruh klaim KKSB merupakan propaganda yang membuat masyarakat resah dan ketakutan.
"Mereka [bisa] klaim apa saja, dan tidak akan saya jawab..." ujar Wiranto di kantornya.
Dia juga membantah pernyataan KKSB yang menyebut Indonesia menggunakan bom untuk memburu pelaku pembunuhan terhadap pekerja PT Istaka Karya.
Menurut Menteri TNI hanya menggunakan pelontar granat.
"Suara [pelontar granat] untuk orang awam sama dengan bom. Tetapi barangnya beda. Kalau bom dijatuhkan dari udara, [pelontar granat] dilontarkan dari senapan," tambah dia.
Saat ini pasukan gabungan TNI - Polri masih terus melakukan pencarian.
"Kita datangkan dari pasukan non organik bukan dari Papua apakah itu Brimob dan Kopassus. Karena memang itu dibutuhkan untuk operasi pengejaran yang tidak mudah Karena medannya sulit sekali," jelas dia.
Sebelumnya, 17 pekerja PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan proyek Trans Papua dibunuh oleh KKSB di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua pada 2 Desember lalu.
Hingga saat ini Pemerintah masih terus melakukan pengejaran terhadap KKSB tersebut.
Kelompok tersebut disinyalir dipimpin oleh Egianus Kogoya.