Islamuddin Sajid, Riyaz ul Khaliq
04 Maret 2026•Update: 06 Maret 2026
ISLAMABAD / ISTANBUL
Sebuah kapal perang Iran tenggelam di perairan selatan Sri Lanka setelah diduga diserang kapal selam asing, menyebabkan lebih dari seratus pelaut hilang dan puluhan lainnya terluka.
Media Sri Lanka Daily Mirror, mengutip sumber pertahanan, melaporkan sedikitnya 108 pelaut Iran dinyatakan hilang dalam insiden tersebut. Sebanyak 78 pelaut lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, sementara identitas para korban belum diungkapkan.
Kapal perang tersebut tenggelam di lepas pantai selatan Sri Lanka. Angkatan laut dan angkatan udara Sri Lanka saat ini melakukan operasi gabungan untuk mencari dan menyelamatkan awak kapal IRIS Dena di perairan dekat kota Galle.
Sebelumnya pada Rabu, otoritas setempat menyatakan bahwa operasi difokuskan pada evakuasi awak kapal setelah kapal tersebut mengirimkan sinyal darurat yang menyebutkan bahwa kapal mereka telah terkena serangan.
IRIS Dena merupakan fregat kelas Moudge yang beroperasi dalam Armada Selatan Angkatan Laut Iran.
Otoritas setempat mengatakan para korban luka saat ini dirawat di Rumah Sakit Karapitiya di Galle.
Namun hingga kini, otoritas Sri Lanka belum mengonfirmasi apakah kapal perang Iran tersebut benar-benar diserang.
Sebelum insiden tersebut, kapal perang Iran itu diketahui baru saja mengikuti latihan angkatan laut multinasional Milan 2026 serta parade armada yang digelar di Visakhapatnam, India.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran sejak Sabtu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta 786 orang lainnya, termasuk sejumlah siswi sekolah.
Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan lokasi yang terkait dengan Amerika Serikat di negara-negara kawasan Teluk, yang menyebabkan sejumlah korban jiwa.
Enam personel militer Amerika Serikat dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.