Addis Getachew
06 Juni 2018•Update: 06 Juni 2018
Addis Getachew
ADDIS ABABA, Ethiopia
Ethiopia pada Selasa memutuskan untuk sepenuhnya mengimplementasi perjanjian Aljazair dan keputusan Komisi Perbatasan Ethiopia-Eritrea.
Menurut lembaga penyiaran FANA, keputusan ini dibuat oleh komite eksekutif dari partai yang berkuasa - Front Demokratik Revolusioner Rakyat Ethiopia.
Perjanjian Aljazair ditandatangani pada 12 Desember 2000 setelah kedua negara berseteru selama tahun 1998-2000.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Komisi Perbatasan internasional telah memutuskan untuk memberikan sebagian dari wilayah yang disebut Badme ke Eritrea.
Komite eksekutif meminta Eritrea untuk melaksanakan perjanjian tanpa prasyarat demi memulihkan hubungan baik antara negara tetangga dan perdamaian di antara masyarakat kedua negara.
Eritrea memisahkan diri dari Ethiopia pada 1993.
Setelah pertempuran yang mematikan, kedua negara mempertahankan "situasi tanpa perang, tanpa damai".
Menurut perjanjian Aljazair, Eritrea akan memberi kompensasi kepada Ethiopia atas sejumlah besar pengiriman yang disita setelah pembebasan Eritrea di Pelabuhan Asab dan Massawa, yang telah berfungsi sebagai satu-satunya pelabuhan laut Ethiopia saat itu.