Maria Elisa Hospita
01 Agustus 2018•Update: 02 Agustus 2018
Munira Abdelmenan Awel
ANKARA
Setelah bertahun-tahun berseteru, negara-negara Tanduk Afrika, Eritrea dan Somalia akhirnya mencapai kesepakatan untuk memulihkan hubungan diplomatik.
Kesepakatan itu dicapai selama kunjungan tiga hari pemimpin negara Somalia ke Eritrea.
Menurut Kementerian Penerangan Eritrea, kedua negara menandatangani perjanjian untuk memulihkan hubungan diplomatik dan meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang selama kunjungan Presiden Somalia Mohamed Abdullahi Mohamed.
"Mereka sepakat untuk bertukar duta besar, menjalin kerja sama politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan, serta bergandengan tangan untuk mengatasi ancaman perdamaian dan keamanan regional," kata kementerian dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa.
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Eritrea telah secara resmi meminta Dewan Keamanan PBB untuk mencabut sanksi-sanksi dari Eritrea.
"Kesepakatan antara Eritrea dan Somalia telah mengakhiri perseteruan dan persaingan regional, dan membuka cakrawala baru untuk perdamaian yang berkelanjutan dan integrasi ekonomi," tambah kementerian.
Mohamed juga meminta PBB untuk mencabut sanksi dari Eritrea - karena mendukung kelompok militan al-Shabaab - karena kedua negara akan bekerja sama untuk mewujudkan perdamaian regional.
Mohamed adalah pemimpin Somalia pertama yang mengunjungi Asmara dalam beberapa dekade, dan disambut hangat oleh masyarakat Eritrea. Kedua negara tetangga ini tidak memiliki hubungan diplomatik selama hampir 15 tahun.