Astudestra Ajengrastrı
18 Juli 2018•Update: 18 Juli 2018
Addis Getchew
ADDIS ABABA, Ethiopia
Penerbangan komersial langsung maskapai Ethiopian Airlines menuju negara tetangganya, Eritrea, yang pertama kali dalam 20 tahun, lepas landas pada Rabu.
Dengan penumpang sebanyak 456 orang, penerbangan yang menuju Ibu Kota Asmara ini menandai semakin cairnya hubungan antara dua negara di Tanduk Afrika yang prosesnya dimulai pada Mei lalu.
Pada 9 Juli, para pemimpin dari dua negara setuju menghidupkan kembali transportasi darat dan udara, juga sambungan telepon dan mengizinkan Ethiopia memakai Pelabuhan Assab.
Para warga Ethiopia yang ingin mengunjungi kerabatnya di Eritrea, warga Eritrea yang tinggal di Ethiopia, pejabat pemerintah dan penduduk yang penasaran ingin mendatangi negara tetangga Eritrea -- yang merupakan bagian dari Ethiopia sampai 1993 -- adalah penumpang pertama penerbangan ke Asmara tersebut.
Juga di antara para penumpang di penerbangan bersejarah ini adalah Perdana Menteri Ethiopia Hailemariam Desalegn dan istrinya Roman Tesfaye.
Banyak pula warga Eritrea yang telah lama berpisah dengan kerabat mereka di negara seberang yang memesan kursi penerbangan kembali.
Ethiopian Airlines kini dijadwalkan terbang ke Eritrea dua kali seminggu.