Astudestra Ajengrastrı
18 Juli 2018•Update: 19 Juli 2018
Osama al-Ghassani
YERUSALEM
Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak mengecam secara terbuka Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dan menyebutnya ancaman bagi pembentukan negara Zionis di Israel.
Dalam kuliah yang diadakan di Tel Aviv pada Selasa, Barak menjabarkan pemerintahan Israel saat ini sebagai "pemerintahan yang gelap dan nasionalis", menurut koran Israel Yediot Ahronot pada Rabu.
"Satu-satunya hasil tak terelakkan dari tujuan ini adalah perubahan buruk Israel menjadi negara dengan penduduk mayoritas Muslim [dengan] kekerasan dan perselisihan internal yang tak berujung, dan negara yang bukan Yahudi, Zionis, atau demokratis," kata dia.
Barak mengatakan penolakan Netanyahu untuk menerima solusi dua-negara akan menggagalkan kemungkinan perpisahan dengan penduduk Palestina.
Pemerintahan ini, ujar dia, sibuk "mengadu domba warga Israel dan menabur benih kebencian dari masyarakat luar negeri, populasi-populasi lemah, dan kaum minoritas".
Barak, 75 tahun, adalah Perdana Menteri Israel dari 1999 sampai 2001.
Desember lalu, Barak, melalui editorial di New York Times, berkata bahwa pemerintahan Netanyahu membahayakan seluruh proyek Zionis, ketika Israel semakin dekat dengan aneksasi Tepi Barat, "yang artinya menghalangi perpisahan permanen dari Palestina."
Perundingan damai antara Palestina dan Israel yang disponsori AS berantakan pada 2014 setelah Israel menolak menghentikan pembangunan permukiman di wilayah yang diduduki tersebut.