Maria Elisa Hospita
12 April 2018•Update: 13 April 2018
Aynur Ekiz
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berdiskusi soal perkembangan Suriah lewat telepon pada Rabu, kata kantor kepresidenan Turki.
Diskusi itu dilakukan setelah Trump memperingatkan Rusia lewat Twitter untuk bersiap-siap menghadapi gerakan militer AS di Suriah, setelah serangan kimia diduga dilancarkan di Douma, Ghouta Timur, pada 8 April.
Trump juga menyalahkan Rusia karena bekerja sama dengan "hewan pembunuh gas", yang merujuk pada rezim Bashar al-Assad.
Komentar Trump muncul setelah Moskow memperingatkan bahwa risiko bentrokan militer langsung antara Rusia-AS di Suriah “lebih tinggi dari sebelumnya”, dan utusan Rusia mengatakan bahwa rudal AS yang terbang di Suriah akan ditembak jatuh.